Mata kuliah ini bertujuan mengembangkan pemahaman komprehensif dan kritis tentang pendidikan sebagai suatu sistem yang kompleks yang banyak kaitannya dengan sistem-sistem lainnya seperti sistem sosial, politik, dan budaya. Dalam usaha memperoleh pemahaman tersebut, persoalan pendidikan dikaji dengan menggunakan berbagai landasan antara lain: landasan filosofis, historis, sosiologis, dan psikologis. Pandangan, pendekatan dan proses perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran dalam latar pembelajaran formal, non-formal atau informal, yang meliputi antara lain pandangan-pandangan tentang belajar, teori belajar dan teori pembelajaran, taksonomi tujuan pembelajaran, karakteristik pebelajar, strategi dan metode pembelajaran, organisasi isi pembelajaran, dan evaluasi sistem pembelajaran juga dibahas.

Sebagai tindak lanjut atas pemahaman di atas, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pemahaman komprehensif dan kritis tentang pendidikan yang luas, baik situasi “normal” maupun situasi problematis dengan membahas masalah umum pendidikan dan masalah khusus pengajaran. Kuliah tingkat lanjut ini mencakup segi-segi problematis teoretis dan praktik lapangan (di sekolah). Pokok-pokok masalah yang dikaji meliputi kebijaksanaan dan pengembangan dan arah kecenderungan pendidikan bahasa Indonesia dalam tinjauan masa depan. Mahasiswa secara perorangan mengusulkan topik (kasus) masalah dan berlatih membahas hakikat dan segi-segi permasalahannya dan meninjau kemungkinan pemecahannya.

Mata kuliah ini bertujuan  memberikan pemahaman pada mahasiswa ihwal satuan bahasa yang disebut teks dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa. Berdasarkan genrenya, terdapat dua jenis teks, yaitu teks mikro dan teks makro. Untuk tingkat magister materi difokuskan pada teks makro, yang secara spesifik difokuskan pada teks akademik dengan empat jenis teks yaitu teks ulasan buku, usulan penelitian, teks laporan,  dan teks artikel ilmiah. Keempat jenis teks tersebut akan dibahas ihwal ciri-ciri teks akademik, struktur generik teks, dan piranti kebahasaan yang digunakan untuk mengisi setiap struktur teks, serta pendekatan dan metode saintifik dalam memproduksi teks akademik dan pembelajarannya.

Mata kuliah Psikolinguistik dihajatkan untuk memberikan pemahaman tentang hubungan antara manah atau benak (mind) manusia dan bahasa. Dengan kata lain, mata kuliah Psikolinguistik bertujuan untuk membimbing mahasiswa menjelajahi proses-proses psikologis yang terlibat dalam penggunaan bahasa. Untuk mencapai tujuan tersebut, akan dibicarakan enam kompetensi sebagai bidang penelitian psikolinguistik: (1) pemrosesan bahasa, (2) proses menyimpan dan mengakses bahasa, (3) teori pemahaman, (4) bahasa dan otak, (5) bahasa dalam keadaan khusus, dan (6) pemerolehan bahasa pertama. 

Mata kulian ini berisi hal-hal yang terkait dengan seluk beluk penelitian pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Diawali dari pendefinisian ihwal penelitian bahasa dan penelitian pembelajaran bahasa; masalah dan sumber masalah dalam penelitian bahasa dan pemebelajaran bahasa; masalah dan judul penelitian, hubungan masalah, hipotesis, teori, data, dan metode; metode dan teknik penyediaan data; metode dan teknik analisis data dalam penelitian pembelajaran bahasa; metode analisis data secara kualitatif dan kuantitatif; mendesain laporan penelitian; ihwal membuat kutipan, catatan, dan daftar pustaka.

Mata kuliah ini bertujuan memanfaatkan materi  bahasa untuk menumbuhkan semangat keindonesian dalam keberagaman bangsa. Hal-hal yang dibahas menyangkut: bahasa dan nasionalisme, bahasa dan keindonesiaan, isu-isu kebahasaan yang ter,akt dengan keindonesiaan, masalah bahasa standar, proses standar disisi bahasa, merancang materi pembelajaran bahasa berbasis bahasa standar dengan memanfaatkan variasi bahasa berkerabat, dan metode pembelajaran bahasa multivarian.  

Melalui penguasaan materi ini, mahasiswa MPBI diharapkan memahami ikatan afektif sastra dengan lingkungan, berikut estetika dan simbologi lanskap, lokus jenius, dan ritme spasial-temporal yang terhubung dengan pengalaman personal pengarang. Dalam konteks sastra nusantara, mahasiswa diarahkan untuk menelusuri hubungan antara lanskap nyata dan sastra, pemahaman tentang pengertian tempat, konsep meletakkan dan memugar, serta mendefinisikan kesadaran pada teritorial.

 


Melalui mata kuliah Linguistik forensik mahasiswa memahami keterkaitan  masalah bahasa dan penegakan hukum. Ruang lingkup pembahasannya mencakupi hal-hal yang berkaitan dengan linguistik dan hakikat bahasa sebagai objek kajiannya, linguistik sebagai ilmu pengetahuan ilmiah yang hasilnya dapat digunakan sebagai bukti forensik, linguistik terapan dan linguistik forensik, bahasa dan linguistik forensik, linguistik forensik dalam beberapa kasus hukum, sumbangan linguistik forensik dalam penegakan, sejarah kajian linguistik forensik, teks sebagai satuan bahasa yang menjadi objek linguistik forensik, satuan teks dalam analogi DNA, bahasa dalam perundang-undangan, metode kajian linguistik dan contoh penerapannya. 

Mata Kuliah Filsafat Ilmu diberikan kepada mahasiswa dihajatkan sebagai dasar/modal bagi mahasiswa dalam menempuh jenjang/semester berikutnya. Dalam pada itu, Filsafat Ilmu (Pengetahuan).membahas tiga hal; 1) Ontologi, 2) Epistemologi dan 3) Aksiologi  

Mata kuliah Antropolinguistik (dengan kode M7K211) memiliki fungsi sebagai pendukung/penguat dalam mendukung pembelajaran bahasa dan sastra multivarian yang menjadi ciri khas Prodi MPBI. Dengan demikian, mata kuliah ini dihajatkan untuk memberikan pengetahuan bagi mahasiswa MPBI tentang relasi bahasa dan kebudayaan, baik dari segi teoretis maupun segi aplikatif. Materinya terdiri dari diskusi tentang konsep bahasa dan kebudayaan menurut para ahli, relativitas bahasa dan budaya, hipotesis Sapir-Worf, bahasa dan klasifikasi etnobiologi, bahasa dan gender, serta bahasa ritual dan verbal art

Mahasiswa mampu memahami gejala variasi bahasa yang disebabkan karena jenis kelamin dan usia, memahami sikap bahasa dalam kaitannya dengan perubahan bahasa, pergeseran dan pemertahanan bahasa, perencanaan bahasa yang mutakhir serta mampu mengidentifikasi hal-hal tersebut untuk dapat dijadikan sebagai bahan penelitian dalam studi sosiolinguistik.